Jl. Masjid Baitul Muttaqien Silir Kec. Wates Kab. Kediri Jawa Timur

SETIAP ANAK ADALAH BINTANG

Hari jum’at Tanggal 30 Maret 2012 MTs Miftahul Huda Silir mendapat undangan untuk menghadiri acara pelatihan dengan tema  “Setiap Anak Adalah Bintang “ bersama (Munif Chatib CEO Next Worldview konsultan pendidikan) oleh PTPN X PG Pesantren Kediri. Suatu kehormatan ditengah keterbatasan dan keinginan untuk mengembangkan kualitas pendidikan di MTs ini menuju lebih baik kami mendapat undangan tersebut dan kami  mengirimkan empat guru untuk menghadiri pelatihan tersebut. Dalam pelatihan tersebut keempat guru kami mulai membuka sebuah paradigma baru(‘menurut mereka’) bahwa anak didik itu bukanlah robot yang ketika kita operasikan selalu menjalankan instruksi tapi mereka adalah anak yang menyimpan sejuta potensi yang menunggu stimulus yang tepat untuk dikembangkan. Dalam pelatihan tersebut  munif chatib memaparkan bahwa untuk menjadikan sekolah ini menjadi sekolahnya manusia (bukan robot) maka diperlukan 5 bingkisan yang harus kita berikan kepada anak didik kita. Kelima bingkisan tersebut adalah :
1.      Memandang setiap anak manusia adalah juara.
Bingkisan yang pertama adalah bintang. Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya apalagi Dia telah memberikan label pada manusia dalam al-Qur’an bahwa manusia adalah makhluk sempurna, jadi semua manusia normal (sempurna). Kita sebagai guru kadang tanpa sadar telah memberikan stimulus yang salah dalam mengajar, bahkan yang lebih parah telah mematikan kemampuan anak yang sebenarnya kemampuan tersebut telah dianugerahkan oleh-NYa. Maka dari itu ketika penerimaan anak didik baru tidak perlu adanya tes masuk yang mempengaruhi bisa atau tidaknya anak didik masuk dalam sebuah sekolah. Sekolahnya manusia mementingkan sebuah proses bukan input. Maka dari itu MTs ini tidak mengadakan tes masuk penerimaan peserta didik baru, karena sebenarnya sekolah yang unggul bukanlah sekolah yang mementingkan input dari sekolah tersebut tapi sebuah proses yang dapat menghasilkan output atau lulusan yang baik. Jadi sudah lumrah atau biasa sekolah unggulan yang inputnya baik meluluskan lulusan yang baik. Akan menjadi sebuah sekolah unggulan kalau inputnya jelek tapi bisa menghasilkan lulusan terbaik dalam berbagai kecerdasan.
2.      Memahami kemampuan dalam arti luas.
Bingkisan yang kedua adalah samudera. Kita harus berpandangan luas bahwa kemampuan tidak terbatas pada kemampuan kognitif yang menurut para ahli ini merupakan kemampuan paling sempit yang dimiliki manusia. Dengan memaksakan kognitif/daya pikir maka kita akan memundurkan dua kemampuan yang lebih luas yaitu daya cipta/ kreatifitas dan akhlak/ afektif.
Dengan demikian kita harus memiliki beberapa konsekwensi yaitu rapor peserta didik komperhensif 3 ranah( kognitif, psikomotorik dan afektif), setiap semester siswa dituntut untuk dapat membuat product untuk dipamerkan sebagai rapor dalam ranah psikomotorik. Tidak ada rangking yang ada ipsative atau perubahan perkembangan siswa selama proses belajar mengajar.
3.      Setiap anak cerdas dengan multiple intelligence.
Kita sering membuat penghalang dalam sebuah kelas dengan memberikan ‘cap’tertentu kepada anak didik kita. Tanpa mau tau kenapa dia menjadi demikian. Kita memandang kecerdasan dalam arti sempit yang hanya melihat kecerdasan pada salah satu aspek kognitif saja bahkan lebih sempit lagi membuat kastanisasi mata pelajaran. Kita hanya memandang anak cerdas dari mata pelajaran tertentu. Padahal untuk menjadikan sekolah ‘unggul’(baca: nya manusia) kita harus berpandangan luas bahwa manusia diberikan setidaknya 8 kecerdasan menurut Gardner. Kita harus mere-definisi ulang kecerdasan:kebiasaan, sebagai perilaku yang berulang ulang. Kecerdasa seseorang  tidak terkait dengan : kondisi fisik, kondisi otak, hasil tes standart (termasuk UNAS). Maka kita harus memberikan stimulus yang tepat terhadap 8 kecerdasan yang mungkin dimiliki siswa dengan ; a. memahami gaya belajar siswa. Kita akan mudah menyampaikan pembelajaran kalau gaya mengajar sesuai dengan gaya belajar siswa; b. multi strategi belajar. Dalam pembelajaran dikelas kita dituntut untuk menggunakan multi strategi pembelajaran; c. wajib membuat lesson plan yang sesuai dengan gaya belajar anak didik dan dengan menggunakan multi strategi pembelajaran.
4.      Discovering ability
Selami kemampuan anak dan kubur ketidak mampuan anak didik kita. Kita sebagai pendidik sekaligus fasilitator harus mengembangkan kemampuan siswa dan mengubur ketidak mampuan siswa. Dalam pembelajaran di kelas guru dituntut mampu memfasilitasi anak untuk menyelami kemempuannya sendiri.
5.      Bakat
Berikan bingkisan terahir yaitu bakat sesuaikan pembelajaran di kelas dengan bakat anak didik. Sebagai guru kita harus mengetahui bakat anak sejak dini.
Itulah kelima bingkisan yang harus selalu diberikan guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman bagi anak didik. Demikian sedikit hasil yang dapat kami tulis dari pelatihan ini. Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada pak Chatib,PG pesantren dan Wahana Edukasi Masyarakat. Semoga ini bermanfaat dalam mewujudkan motto madrasah di blog ini ‘Sekolah Gratis Kualitas Fantastis’
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEWAN GURU

Vidio Paskibra Mifda

Postingan Populer

Label

Recent Posts